
Sebatin.com, Kota Metro – Dalam melaksanakan pembangunan dibutuhkan sebuah kesetaraan, keseimbangan, dan kemampuan yang dimulai dari pembangunan pusat, provinsi sampai daerah.
Hal ini sampaikan Walikota Metro, Wahdi Siradjuddin dalam musyawarah perencanaan dan pembangunan (Musrenbang) Pemkot Metro 2024, yang bertempat di Aula Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Selasa (30/01/24).
“Ketika saya diberikan amanat, pertama kali yang saya tengok adalah kelurahan. Maka dari 22 kelurahan yang ada di Kota Metro, alhamdulillah sudah lumayan baik,” ungkapnya.
Dirinya juga menekankan bahwa kelurahan yang ada di Kota Metro harus memiliki sumber daya manusia (SDM) yang baik dan berkualitas, sehingga kepentingan masyarakat menjadi hal yang harus didahulukan sehingga waktu yang digunakan juga sepenuhnya diperuntukan untuk masyarakat.

“Mampu untuk mendengarkan apa yang menjadi keluhan masyarakat, tidak lebay atau baperan sebagai Aparatur Sipil Negara. Ini yang paling penting sekali,” tegasnya.
“Fungsi pemerintah ada 3 yang sudah kita ketahui dan pahami semua, tapi sulit menjalankannya. Kita menjalankan kebijakan pelayanan, kebijakan aturan yang kita buat sendiri, serta menjalankan pelayanan yang sebagaimana harus di terima oleh masyarakat dengan tidak ada akses untuk membuat perizinan yang dipersulit,” paparnya.
Harapannya, lanjut Wahdi, tidak ada lagi pelayanan yang tidak berimbang dan tidak di dukung di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro. “Jika pelayanan bisa berjalan dengan baik di pemerintahan, maka semua masyarakatnya akan nyaman,“ pungkas Wahdi.
Diketahui, kepedulian dan perhatian Pemkot Metro dalam mensejahterakan masyarakatnya, beberapa diantaranya dapat dilihat dari realisasi pemberian beasiswa kepada 2.600 siswa yang membutuhkan bantuan, serta pemberian insentif dan BPJS Kesehatan kepada 7.900 orang yang terdiri dari tokoh-tokoh pembangunan dan kader-kader yang ada di Kota Metro. (adv)





