Pemkot Metro Dorong H2M Seroja Jadi Penggerak Ekonomi Warga

16
Pemkot Metro Dorong H2M Seroja Jadi Penggerak Ekonomi Warga 01
(kanan depan) Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Metro, Kusbani (kiri depan) Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Lampung, Thomas Edwin Ali Hutagalung, Kamis (24/9/26). Foto : rls

Sebatin.com, Kota Metro – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menyambut baik pelaksanaan Program Hunian Hijau Masyarakat (H2M) di Kelompok Wanita Tani (KWT) Seroja, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan. Program ini dinilai bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan lingkungan sehat, hijau, produktif, dan berkelanjutan.

Mewakili Pemkot Metro, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Metro, Kusbani, mengatakan H2M diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kegiatan produktif masyarakat.

“Program Hunian Hijau Masyarakat merupakan wujud nyata komitmen kita dalam membangun lingkungan permukiman yang sehat, hijau, produktif, dan berkelanjutan. Namun bagi saya, H2M bukan sekadar pembangunan fisik. Yang lebih penting adalah bagaimana program ini mampu memberdayakan masyarakat,” ujar Kusbani dalam sambutannya, Kamis (24/9/26).

Menurut dia, keberadaan KWT menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan, berorganisasi, bekerja sama, serta mengelola potensi lingkungan secara mandiri.

Pemkot Metro Dorong H2M Seroja Jadi Penggerak Ekonomi Warga 02

Kusbani mengatakan hasil kegiatan pertanian di lingkungan H2M dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Jika produksi meningkat, hasilnya dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sehingga turut mendorong kemandirian keluarga.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Lampung, Thomas Edwin Ali Hutagalung, menegaskan peresmian dan serah terima hasil kegiatan H2M Tahun Anggaran 2026 bukan menjadi akhir program.

Menurut Thomas, pemerintah bersama masyarakat memiliki tanggung jawab memastikan fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan, dirawat, dan dikembangkan secara berkelanjutan.

“Pembangunan selesai dan hari ini kita resmikan, sesungguhnya pekerjaan kita belum selesai. Justru inilah tanggung jawab pemerintah dan masyarakat untuk memastikan keberlanjutan manfaatnya,” tegasnya.

Selain pembangunan sarana dan prasarana, Program H2M juga disertai peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya kelompok perempuan dan KWT. Salah satunya melalui pengembangan dan pemanfaatan teknologi digital yang dilakukan melalui kolaborasi dengan SDGs Center Universitas Bandar Lampung (UBL).

Thomas mengatakan penguatan kapasitas digital diharapkan membantu masyarakat memperkenalkan sekaligus memasarkan produk KWT secara lebih luas.

Thomas berharap H2M di KWT Seroja, Rejomulyo, dapat menjadi contoh pengembangan lingkungan permukiman yang tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi berkembang menjadi pusat kegiatan produktif yang memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, fasilitas yang telah dibangun diharapkan terus dimanfaatkan dan dikembangkan untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, kreatif, dan berdaya. (*)

Tinggalkan Komentar Anda