Sebatin.com, Kota Metro – Sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Metro atas pemberian kendaraan operasional dan kantor sekretariat kepada lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat, tak ada kaitanya dengan janji politik dalam Pilkada Metro 2020 lalu.
Hal tersebut diutarakan Wakil Walikota Metro, Qomaru Zaman, bahwa penarikan kendaraan operasional dari pihak Palang Merah Indonesia (PMI) Metro beberapa waktu lalu adalah dalam rangka penataan aset agar berdayaguna. “Saya pikir itu saja,” singkatnya saat ada di depan ruang kerjanya, Kamis (24/06/21).
Lalu, lanjut Qomaru, mensoal penyerahannya kendaraan operasional kepada MUI, dia beralasan agar peminjaman kendaraan dari Pemkot diberikan secara bergantian. “Iya gak apa-apa, gantian lah. Gantian saja, nanti kalau mau ditarik lagi, ke sana lagi. Kami sudah komunikasi dengan pak Yahya, saya kira tidak ada komen lagi,” kata dia.
Dengan tidak adanya mobil operasional di PMI, dia berjanji akan memikirkannya. “Saya tidak bicara penting atau tidak penting, semuanya penting. Nanti kami pikirkan lagi,” ucapnya.
Dia juga membantah peminjaman mobil tersebut kepada MUI sebagai janji politik saat Pilkada lalu. “Oh tidak ada, nggak ono. Uwes cukup ya teman-teman,” pungkasnya.

Ditambahkan oleh Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Metro Bangkit Haryo Utomo, mensikapi pemberitaan media terkait adanya ungkapan kekecewaan pihak PMI Kota Metro, atas penarikan kendaraan operasionalnya pada beberapa waktu lalu, yang kemudian kendaraan tersebut dalam beberapa hari kedapan diserahkan kepada pihak MUI setempat.
“Yang jelas itu tak ada kaitannya dengan politik, ini murni untuk operasional MUI yang selama ini kurang fasilitasnya. Dan selama ini MUI belum pernah mendapatkan kendaraan operasional,” kata Bangkit saat dikonfirmasi di halaman kantor Wali Kota Metro, Kamis (24/06/21).
Kemudian untuk sekretariat, lanjut Bangkit, selama ini pihak MUI juga belum memiliki tempat untuk menjalankan kegiatannya.
“Untuk sekretariat MUI, kami menyiapkan ruangan di Wisma Haji. MUI sangat penting sekali untuk Kota Metro. Jadi sebagai bantuan dari pemerintah, sebagai sarana prasarana harus kita siapkan,” pungkas Bangkit. (red)






