Turun ke Jalan Rusak, Wali Kota Metro Serap Aspirasi Warga

6
Turun ke Jalan Rusak, Wali Kota Metro Serap Aspirasi Warga 01
Walikota san Wakil walikota Metro, Bambang-Rafieq turun bergotong royong memperbaiki jalan rusak di Jalan Garuda, Kelurahan Rejomulyo, Minggu (20/04/25). Foto : rls

Sebatin.com, Kota Metro – Minggu pagi yang biasanya tenang di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, hari ini berubah menjadi riuh penuh semangat dan kebersamaan. Pasalnya Walikota Metro, Bambang Iman Santoso bersama Wakil Walikota, Muhammad Rafieq Adi Pradana turun langsung bergabung dalam gotong royong bersama masyarakat RT 027 untuk menimbun jalan rusak di sepanjang Jalan Garuda, Minggu (20/04/25) pagi.

Bukan sekadar hadir, keduanya ikut mencangkul dan bercengkerama bersama warga seperti keluarga sendiri. Kegiatan gotong royong itu bukan agenda resmi yang diagendakan jauh hari, melainkan lahir dari inisiatif murni warga yang sehari sebelumnya sedang panen padi.

Jalan Garuda sepanjang kurang lebih 200 meter memang telah lama dikeluhkan warga karena rusak dan sulit dilalui, terutama saat hujan. Tapi pagi itu, semangat kolektif menggantikan keluhan. Warga datang membawa batu split, alat kerja, dan harapan yang semuanya disambut langsung oleh pemimpin kota mereka.

Turun ke Jalan Rusak, Wali Kota Metro Serap Aspirasi Warga 02
Bambang-Rafieq, mencoba menyerap aspirasi warga sambil menyantap sajian Soto Kampung warung sekitar.

Setelah kegiatan gotong royong selesai, suasana akrab berlanjut dalam makan siang sederhana bersama warga di pinggir jalan depan warung soto. Tanpa sekat, tanpa protokoler ketat, Walikota Bambang duduk bersama warga dan tokoh masyarakat setempat.

Sementara itu, Wali Kota Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa gotong royong ini bukan hanya simbol kebersamaan, tetapi juga bentuk sinyal kuat bahwa pembangunan tidak bisa hanya menunggu pemerintah semata.

“Alhamdulillah, hari ini saya dan Pak Wakil Walikota bisa bergabung langsung bersama warga memperbaiki jalan. Ini bukan hanya soal jalan rusak, ini adalah panggilan hati. Masyarakat ingin jalannya mulus, kotanya terang. Dan itu sejalan dengan visi kami, jalan Metro Mulus, Lampu Terang,” ujar Bambang.

Bambang juga menjelaskan bahwa Jalan Garuda telah masuk dalam rencana pembangunan jalan rigid (cor beton) sepanjang 700 meter. Saat ini, Dinas PUTR telah memetakan wilayah tersebut dan siap melanjutkan pembangunan ke depan.

“Gotong royong ini menunjukkan bahwa rakyat tidak tinggal diam, dan pemerintah tidak akan berpangku tangan. Saat masyarakat bergerak, kami pun bergerak lebih cepat. Insya Allah ini awal dari perubahan nyata,” tambahnya.

Sementara, Wakil Walikota, Rafieq menambahkan bahwa kolaborasi ini adalah wujud kepercayaan masyarakat yang harus dijaga.

“Kehadiran kami bukan untuk pencitraan, tapi karena kami tahu bahwa rakyat ingin dilibatkan, ingin didengar. Ini adalah demokrasi partisipatif yang sesungguhnya,” bebernya.

Momen makan bersama itu menjadi simbol kekompakan antara rakyat dan pemimpinnya. Di sela-sela suapan nasi dan tawa warga, terselip harapan besar bahwa pembangunan di Metro Selatan, khususnya di Rejomulyo, akan terus bergerak maju.

Warga berharap kegiatan seperti ini menjadi rutinitas yang menguatkan hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat. Gotong royong yang awalnya digagas mendadak, kini menjelma menjadi titik balik kepercayaan bahwa pemimpin tidak hanya duduk di balik meja, tapi siap berdiri bersama rakyat di lumpur, di tikar, di bawah terik matahari demi kemajuan bersama. (adv)

Tinggalkan Komentar Anda