Sebatin.com, Kota Metro – Universitas Lampung (Unila) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menandatangani nota kesepahaman (MoU) sekaligus meresmikan Kampung Prancis atau Village Français yang berlokasi di Jalan Merak, Kelurahan Hadimulyo Barat, Metro Pusat, Minggu (24/8/25).
Peresmian dihadiri Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, para dekan, kepala biro, dan kepala lembaga, serta jajaran Pemkot Metro, antaralain Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, Wakil Wali Kota Metro M. Rafieq Adi Pradana beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam sambutannya, Rektor Lusmeilia menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Ia menegaskan MoU tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi akan menjadi langkah konkret yang memberi dampak bagi masyarakat.
“Universitas Lampung memiliki tanggung jawab melaksanakan tridarma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Sementara Pemerintah Kota Metro memiliki visi membangun kota maju, mandiri, dan berdaya saing. Kolaborasi ini akan mempertemukan dua kepentingan besar itu,” ujar Lusmeilia.
Ia menambahkan, sejumlah program strategis akan lahir dari kerja sama ini, antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan, pengembangan riset dan inovasi, hingga program pengabdian masyarakat di bidang kesehatan, lingkungan, pertanian, ekonomi kreatif, dan tata kelola pemerintahan.
Sementara itu, Wali Kota Bambang juga menyampaikan apresiasi dan menyambut baik terjalinnya kerja sama dengan Unila. Menurutnya, kehadiran Kampung Prancis menjadi simbol penguatan jejaring internasional sekaligus mendukung Metro sebagai Kota Pendidikan.
“Kami berharap program ini memperkaya wawasan masyarakat dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan,” ucapnya.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita sebagai tanda peresmian Kampung Prancis. Kawasan tersebut digadang akan menjadi pusat pembelajaran bahasa, pengenalan budaya Prancis, sekaligus ruang interaksi masyarakat dengan nuansa internasional di Kota Metro. (Ade)






