Sebatin.com, Kota Metro – Terlalu tinggi dan bertele-tele dalam merencanakan sebuah konsep program terkait penanganan sampah di lingkungan masyarakat, namun kenyataannya pelaksanaan ditingkat bawah masih nol.
Hal ini dapat dibuktikan dengan masih banyaknya penanganan pengangkutan sampah di lingkungan masyarakat yang tidak dapat dijalankan dengan baik. Salah satunya di lingkungan masyarakat Tejosari.
Sampah-sampah rumah tangga semakin menumpuk menunggu petugas pengakut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro, maupun mitra binaan DLH yang tak juga kunjung datang. “ini sudah minggu ke tiga, sampah belum juga ada yang mengangkut, sudah menggunung,” ujar Eka salah satu warga Tejosari.
“Masyarakat sebagian sudah sadar, sudah berlangganan, tapi penanganannya nggak maksimal. Kami tau dilingkungan kami armada pengakutnya menggunakan bentor. Petugasnya itu mitra DLH. Sering alasannya karena bentor rusak. Pertanyaan kami apa dari DLH tidak ada pendampingan atau bantuan untuk para mitra pengangku sampah di lingkungan masyarakat ?,” tambahnya.

Dirinya juga menilai pihak dinas tidak memiliki keseriusan dalam upayanya menjaring masyarakat agar mau ikut berlangganan jasa pengangkutan sampah rumah tangga yang dikelola oleh DLH.
“Awalnya armada pengakut sampah nggak masuk di wilayah kami, alasannya pelanggan minim. Akhirnya ada warga yang punya inisiatif mencari tambahan kuota pelanggan secara mandiri. Baru kemudian ada petugas yang masuk, itu pun mitra, bukan petugas resmi dari dinas,” terangnya.
“Mungkin lebih bagus jika ada petugas dari dinas yang turun langsung ke masyarakat untuk menawarkan jasa pengangkutan sampah ini. Caranya kan bisa buat pertemuan dengan masyarakat setingkat RT, RW sekaligus melakukan sosialisasi tentang bahaya dan penanganan sampah rumah tangga. Ngak usah pake acara atau kegiatan-kegiatan yang besar namun hasilnya kosong,” tegasnya.
Dirinya berharap, keseriusan penanganan pengangkutan sampah rumah tangga di Kota Metro tidak hanya terpusat di kota saja, tetapi dapat merata juga di wilayah pinggiran-pingkiran Kota Metro. (Ad)






